Connect with us

Silakan masukkan kata kunci pencarian

KonsumenesiaKonsumenesia

News

Waspada! Peredaran MinyaKita Oplosan di Pacitan, Ketahui Cirinya

MinyaKita sedang langka, namun satgas pangan Pacitan menemukan MinyaKita oplosan yang tampilannya mirip dengan aslinya.

Foto: Illustrasi MinyaKita Instagram/@tifarosari

Jakarta, Konsumenesia – Ditemukan minyak goreng “MinyaKita” oplosan di salah satu pasar Pacitan, Jawa Timur. Diketahui saat ini peredaran MinyaKita sedang sulit di pasaran.

Menurut Satgas Pangan bersama Tipiter Satreskrim Polres Pacitan yang telah melakukan sidak ke pasar, MinyaKita oplosan ini dijual dengan harga yang lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Secara umum, minyak oplosan tersebut sekilas mirip dengan MinyaKita asli. Namun, jika diteliti lebih jelas ada perbedaan dengan minyak aslinya. Minyak oplosan tersebut dikemas dengan botol ukuran 1L dan agak keruh.


Dengan demikian para ibu rumah tangga haruslah waspada. Minyak oplosan berbahaya bagi kesehatan. Penting untuk mengetahui perbedaan minyak goreng oplosan dan minyak goreng asli.

Minyak goreng asli adalah minyak yang diproduksi sesuai dengan standar kesehatan dan keselamatan yang ditetapkan. Jenis minyak ini biasanya berasal dari bahan alami seperti kelapa sawit, kelapa, atau jagung, dan tidak dicampur dengan bahan lain yang tidak semestinya.

Untuk ciri fisik, biasanya minyak asli memiliki warna kuning cerah atau keemasan, tergantung pada jenis bahan dasar yang digunakan.

Selain itu minyak asli memiliki aroma yang netral atau sedikit aroma khas dari bahan dasarnya, seperti aroma kelapa pada minyak kelapa. Serta minyak asli memiliki tekstur yang halus dan konsisten.

Sedangkan, minyak goreng oplosan adalah minyak yang telah dicampur dengan bahan lain untuk mengurangi biaya produksi atau meningkatkan volume. Bahan-bahan campuran ini bisa berupa minyak bekas, minyak dengan kualitas rendah, atau bahkan bahan kimia yang berbahaya.

Minyak goreng oplosan diproduksi dengan mencampurkan minyak asli dengan bahan tambahan yang tidak sesuai standar. Proses pencampuran ini sering kali tidak higienis dan dilakukan tanpa pengawasan yang memadai, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi dan kerusakan minyak.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pada minyak oplosan warna bisa bervariasi, sering kali lebih gelap atau keruh dibandingkan minyak asli.

Bau yang tidak sedap atau menyengat bisa menandakan adanya minyak bekas atau bahan kimia. Juga tekstur minyak oplosan bisa terasa lebih kasar atau lebih berminyak dan lengket.

Berikan penilaian Anda tentang MinyaKita
[Total: 1 Rata-Rata: 3]
Penulis

Kontributor & Tim Redaksi Konsumenesia

Klik untuk beri komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement

BACA JUGA

Foodie

Marak saat ini peredaran minyak goreng oplosan. Ini alternatif cara untuk mengganti minyak goreng dengan opsi yang lebih sehat.

News

Menteri Perdagangan Zulkfili Hasan mengatakan pemerintah berencana mengevaluasi HET minyak goreng kemasan Minyakita, apakah tetap di harga Rp14.000 per liter atau naik menjadi Rp15.000...

Advertisement